Resistor

Fungsi resistor adalah menahan tegangan arus listrik. Semakin besar nilai hambatan resistor maka arus dan tegangan yang mengalir akan semakin kecil. Begitu pula sebaliknya.

Pada resistor kita bisa menentukan nilainya berdasarkan kode gelang warna yang ada pada resistor tersebut.

a. Resistor dengan 4 cincin warna

Menghitung nilai resistor dengan melihat kode warna

Keterangan: Untuk cincin pertama menunjukkan nilai angka yang pertama, cincin warna kedua menunjukan nilai angka kedua, cincin warna ketiga menunjukan jumlah nol, sedangkan cincin keempat menunjukan nilai toleransi.

Contoh:

Resistor warna kuning, ungu, merah, emas

4 + 7 x 100 5% = 4700 5% = 4k7 Ω 5%

Resistor warna coklat, hitam, merah, emas

1 + 0 x 100 5% = 1000 5% = 1k Ω 5%

Resistor warna hijau, biru, merah, emas

5 + 6 x 100 5% = 5600 5% = 5k6 Ω 5%

Resistor warna merah, merah, merah, emas

2 + 2 x 100 5% = 2200 5% = 2k2 Ω 5%

Resistor warna coklat, hitam, orange, emas

1 + 0 x 1000 5% = 10000 5% = 10k Ω 5%

Nilai 5% diatas merupakn jumlah batas nilai kewajaran dari resistor tersebut. Misalnya resistor dengan nilai 4700k Ω 5%. Ini berarti nilai yang masih dianggap wajar adalah berkisar antara 4700-5% atau 4700+5%, selama masih berada diantara nilai tersebut maka resistor masih dianggap baik.

b. Resistor dengan 5 cincin warna.

Pada resistor dengan 5 cincin warna cara menghitungnya sebenarnya sama hanya saja factor pengali berada pada cincin ke empat.

Misal: resistor dengan warna kuning, ungu, hitam, orange, coklat

Jadi nilainya adalah 4 + 7 + 0 x 1000 = 470000 Ω = 470k Ω dengan toleransi 1%

c. Resistor dengan 6 cincin warna.

Pada resistor dengan 6 gelang warna cara menghitungnya sama dengan yang 5 warna. Warna ke enam merupakan kode untuk temperature.

Nb: Untuk mengetahui mana cincin pertama, perhatikan jarak antar cincin. Sebagai panduan bahwa cincin yang jaraknya berdekatan merupakan cincin pertama, sedangkan yang agak berjauhan merupakan cincin terakhir.

Besarnya ukuran resistor sangat tergantung watt atau daya maksimum yang mampu ditahan oleh resistor. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki daya maksimum 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk balok berwarna putih dan nilai resistansinya dicetak langsung dibadannya, misalnya 1K5W

Rangkaian Resistor

– Rangkaian seri

Rangkaian resistor secara seri akan mengakibatkan nilai resistansi total semakin besar. Di bawah ini contoh resistor yang dirangkai secara seri

– Rangkaian Paralel

Rangkaian resistor secara paralel akan mengakibatkan nilai resistansi pengganti semakin kecil. Di bawah ini contoh resistor yang dirangkai secara paralel.

Hukum Ohm

Dari hukum Ohm diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melalui resistor tersebut.

Dimana:

V = tegangan dengan satuan Volt

I = arus dengan satuan Ampere

R = resistansi dengan satuan Resistansi

P = daya dengan satuan Watt

Berdasarkan penggunaannya, resistor dapat dibagi:

1. Resistor Biasa (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon.

2. Resistor Berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua, Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board, PCB).

3. Resistor NTC dan PTS, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTS (Positife Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin.

4. LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis Resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.

Dilihat dari fungsinya, resistor dibedakan menjadi :

1. tahanan tetap

fungsi :

– pembagi tegangan

– memperkecil arus

– memperbesar dan memperkecil tegangan

2. tahanan tidak tetap ( variable )

contoh : potensiometer , trimmer , tahanan geser

fungsi :

– sebagai pengatur volume ( mengatur besar kecilnya arus )

– sebagai tone control pada sound system

– sebagai pengatur tinggi rendahnya nada ( bass / treble )

– sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: